Lingkungan 

Proyeksi 2,7 Juta Ton Pengurangan Emisi

Proyeksi 2,7 Juta Ton Pengurangan Emisi
Ketua Harian Aprobi, Paulus Tjakrawan. foto: aziz

Jakarta, elaeis.co - Bisa jadi tak banyak yang tahu kalau kapasitas terpasang biodiesel di Indonesia sudah di angka 16,5 juta kiloliter per tahun. 

Ini dibikin lantaran semakin hari kebutuhan biodiesel terus meningkat lantaran kebutuhan solar yang terus meningkat. 

"Tahun lalu keperluan domestik mencapai 8,438 juta kiloliter atau setara dengan 7,2 juta ton. Tahun ini, sampai Februari, sudah dipasok 1,6 juta kiloliter," cerita Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Perusahaan Biodisel (APROBI) pada acara buka puasa Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Jakarta tiga hari lalu.    

Penggunaan biodiesel tadi kata Paulus, telah mampu mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2e. Tahun ini pengurangan itu diprediksi bakal naik menjadi 2,7 juta ton CO2e. 

Baca juga: Tentang Curgat Sahat Sinaga di  Bukber GAPKI itu. 

Dan pengurangan emisi tadi dipastikan pula akan semakin besar lantaran B30 juga bakal naik kelas menjadi B40. "Teknisnya sedang dirumuskan. Mudah-mudahan tahun ini sudah ada uji perporma dan uji jalan," Paulus berharap. 

Harapan ini sama besarnya dengan gimana caranya supaya sawit segera diatur oleh satu institusi yang kuat. 

"Mau setingkat direktorat jenderal yang mengatur, terserah. Yang penting segera. Sebab kalau tidak, ya sawit akan tetap tak jelas siapa pengelolanya," ujar Paulus. 



 

Editor: Abdul Aziz