Ia menjelaskan, pertama, tepat jenis. Jenis pupuk disesuaikan dengan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Jangan memberikan pupuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman kelapa sawit.
"Jadi berilah pupuk sesuai kebutuhan tanaman kelapa sawit," tuturnya.

Kedua, Tepat Dosis. Pemberian pupuk harus tepat takarannya, disesuaikan dengan jumlah unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada setiap fase pertumbuhan tanaman.

Jika tanaman usia masih kurang tiga tahun maka lakukan pemupukan sebanyak 0,6 hingga 1 kilogram per batang setiap 6 bulan sekali. Jika berumur lebih atau diatas 3 tahun maka berilah dosis diatas 1 kilogram seperti 1,5 hingga 2 kilogram per batang.

"Perhatikan dosis pupuk yang diberikan, jangan berlebihan," tuturnya.

Ketiga, Tepat Waktu. Harus sesuai dengan masa kebutuhan hara pada setiap fase/umur tanaman, dan kondisi iklim/cuaca. Jangan memberikan pupuk berlebih pada tanaman yang masih kecil atau dalam kondisi cuaca yang buruk seperti turun hujan. Ini dilakukan agar proses pemupukan menjadi benar dan tidak mubazir.

"Untuk tanaman kelapa sawit kecil jangan diberikan pupuk berlebih, pemberian harus tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," tuturnya.

Kemudian keempat, Tepat Cara. Cara pengaplikasian pupuk disesuaikan dengan bentuk fisik pupuk, pola tanam, kondisi lahan dan sifat-sifat fisik, kimia tanah dan biologi tanah.

"Pemberian sumber hara tanaman yang tepat pada jenis, dosis, waktu dan cara yang tepat merupakan inti konsep Penataan Hara 4T. Kalau ini diterapkan oleh petani maka hasil produksi kelapa sawit akan lebih maksimal," tutupnya.