Sanggau, elaeis.co – Dalam rangka mendukung Program 100 Hari Presiden RI H. Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan, Polres Sanggau, Kalbar, menggelar rapat koordinasi bersama seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerah itu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Sanggau seperti Kabag SDM Polres Sanggau AKP Harsoyo, Kasat Reskrim AKP Fariz Kautsar R, Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Heri Triyana, dan perwakilan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.
Saat membuka rapat, Harsoyo menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan perusahaan swasta dalam mendukung kebijakan pemerintah.
“Program 100 hari presiden ini menjadi langkah awal menuju Visi Indonesia Emas 2045 yang salah satu fokus utamanya adalah swasembada pangan. Polres Sanggau berkomitmen menjadi penggerak di tingkat lokal, mendorong pemanfaatan lahan produktif melalui sistem tumpang sari tanaman jagung,” jelasnya dalam rilis Humas Polres Sanggau yang diperoleh elaeis.co kemarin.
Dia menambahkan bahwa Polres Sanggau tidak akan bertindak sebagai pelaksana langsung, melainkan sebagai fasilitator.
“Kami bertugas mengkoordinasikan dan memastikan implementasi berjalan sesuai aturan. Perusahaan kelapa sawit diharapkan dapat menyediakan lahan yang tidak terpakai, seperti lahan tidur atau lahan tanaman belum menghasilkan (TBM), untuk program ini. Kami juga mendorong pelibatan masyarakat lokal guna meningkatkan kesejahteraan mereka,” paparnya.
Fariz Kautsar lantas memaparkan lebih rinci tentang mekanisme pemanfaatan lahan produktif melalui metode tumpang sari.
“Kriteria utama adalah lahan TBM 1 dan TBM 2 yang tidak termasuk kawasan hutan lindung. Bibit dan alat pertanian tidak disediakan oleh Kementerian Pertanian, namun hasil panen akan dijamin pembeliannya oleh Bulog melalui MoU yang telah disepakati,” ungkapnya.
Setelah paparan materi, rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Perwakilan perusahaan kelapa sawit menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait teknis pelaksanaan, yang kemudian dijawab secara komprehensif oleh pihak Polres Sanggau.
Kasat Binmas Polres Sanggau memberikan arahan penutup, menekankan pentingnya kolaborasi yang solid untuk memastikan program ini sukses.
Sebagai hasil rapat, disepakati bahwa perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Sanggau bersedia mendukung program ini dengan menyediakan lahan yang dibutuhkan dan bekerja sama dengan Polsek serta pemerintah desa setempat untuk pelaksanaannya. Penanaman jagung serentak dijadwalkan akan dimulai pada 15 Januari 2025.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara Polri, perusahaan, dan masyarakat, kami optimis Kabupaten Sanggau dapat menjadi bagian penting dari upaya nasional mewujudkan swasembada pangan. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutup Harsoyo.
Semua Perusahaan Sawit di Sanggau Lakukan Penanaman Jagung Serentak pada 15 Januari 2025
Diskusi pembaca untuk berita ini