Sudut Kata 

SK Banci; Sebuah Assassinasi Terhadap Presiden

  • Reporter Aziz
  • 08 Januari 2022
SK Banci; Sebuah Assassinasi Terhadap Presiden
Prof. Sudarsono Soedomo. foto: aziz

Telah beredar di masyarakat Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NOMOR: SK.01/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2022 Tentang Pencabutan Izin Konsesi Kawasan Hutan. 

Memang, surat keputusan itu tanpa tanda tangan menteri dan tanpa kop surat, lazimnya surat keputusan dari lembaga resmi negara. 

Terlepas dari benar tidaknya surat keputusan itu, gejolak di masyarakat telah terjadi. 

Isi surat keputusan yang telah beredar luas itu banci, arogan, dan ujung-ujungnya merupakan assassinasi (pembunuhan) terhadap presiden.

Sifat bancinya kelihatan dari siapa yang diberi tugas mencakup izin-izin itu. Pemberi izinnya adalah menteri, tetapi pencabutannya didelegasikan kepada para dirjen. Ini menunjukkan bahwa keputusan diambil dalam derajat keraguan yang sangat tinggi. Menteri mencari selamat untuk dirinya sendiri dengan mengorbankan para pembantunya.

Sifat arogannya tampak dari adanya beberapa perusahaan yang dicabut izinnya itu adalah perusahan perkebunan sawit yang ber-HGU aktif dan produktif. 

Baca juga: Guru Besar IPB: Hati-hati, HGU Itu Bukan Izin, Lho...

Kalau memang ada masalah dengan HGU itu, pemberi HGU-lah yang seharusnya mencabut HGU yang telah diterbitkannya, bukan KLHK dan bukan sekali ini Menteri LHK melampaui wewenang yang dimilikinya. Status sertifikat hak milik menjadi kacau karena keputusan arogan menteri LHK ini.

Kemungkinan terjadi gejolak sosial dari surat keputusan yang belum jelas ini adalah sangat tinggi. Jika sampai terjadi chaos, maka presiden juga yang harus bertanggung jawab dan rakyat yang menjadi korbannya. 

Presiden sedang didorong untuk masuk dalam ruang assassinasi dan rakyat sedang dibakar untuk menjarah. Hati-hati!


Prof. Sudarsono Soedomo, Guru Besar IPB

Editor: Abdul Aziz