Pekanbaru, elaeis.co - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau selama 2023. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat, sejak 1 Januari hingga 28 Maret 2023, sudah 131,44 hektar lahan di Riau yang terbakar. 

"Daerah yang paling luas karhutla di Bengkalis dengan total 79,87 hektar, Rohil 5,5 hektar, Dumai 19,27 hektar, Meranti 2,5 hektar dan Siak 9,95 hektar," ungkapnya, kemarin. 

Kemudian di Kota Pekanbaru tercatat sudah 7,2 hektar lahan yang terbakar, Kampar 1 hektar, Indragiri Hilir 5,5 hektar dan Indragiri Hulu 0,65 hektar. 

"Kemudian ada tiga daerah yang masih nihil, yakni Kuansing, Rohul dan Pelalawan," ujarnya. 

Edy mengatakan, pihaknya juga mengimbau masyarakat supaya tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini menjadi poin paling utama dalam rangka menekan angka kasus karhutla di Riau dengan melibatkan banyak sektor.

"Bukan cuma dari BPBD, TNI-Polri juga ikut serta. Di daerah itu kan sudah ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa, mereka juga dilibatkan dalam sosialisasi," kata dia. 

Dia menambahkan, upaya pencegahan harus terus dilakukan sekaligus menjadi sinyal untuk mendeteksi dini potensi-potensi terjadinya karhutla.

Selain itu, kegiatan patroli akan terus dilakukan oleh tim-tim di daerah. Kegiatan sosialisasi juga bisa disisipkan di tengah kegiatan seperti itu.

"Kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini menjadi kunci utama untuk menekan angka kasus Karhutla di riau saat ini. Kita juga tidak mau capaian-capain kita saat ini menjadi sia-sia jika masyarakat tidak diingatkan," tandasnya.