Medan, Elaeis.co - Didukung kebun kelapa sawit milik orang tuanya seluas 300 hektar di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Thobie Nugraha sukses mengembangkan usaha di Medan, Sumatera Utara.
Awalnya pemilik gelar Bachelor of Business in Law and Business itu buka beberapa SPBU, belakangan bisnisnya melebar ke gerai kopi.
"Saya buka gerai Ngupi di Jalan Juanda Medan. Gerai itu satu lokasi dengan SPBU saya," kata Thobie kepada Elaeis.co, Senin (20/9/2021).
Gerai kopi itu dia buka di awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tepatnya bulan Maret 2020. "Butuh perjuangan yang berat, saat itu usaha lain justru tutup," kata Thobie.
Selain yang siap saji, dia juga menjual kopi dalam bentuk biji maupun yang sudah disangrai dan dikemas secara apik. Pasarnya sudah menembus luar Pulau Sumatera.
"Sudah dijual ke berbagai kota. Kami juga melayani penjualan secara online," jelas Thobie.
Kegigihannya berbuah manis, usahanya berkembang dan buka dua cabang lain di Medan. Yakni di Jalan Kapten Mulsim dan Jalan Medan-Binjai.
"Gerai Ngupi itu kebetulan saya buka di dua lokasi usaha yang lain. Yakni toko bakeri saya di Jalan Kapten Muslim dan di SPBU saya di Jalan Medan-Binjai," kata lajang berusia 30 tahun ini.
Salah satu produk yang dijual Thobie ternyata menarik perhatian manajemen PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) 2 yang beroperasi di Kecamatan Singkohor, Singkil. Anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) itu lalu mengajak bermitra.
Sugeng dari Tim Kemitraan PLB 2 mengatakan, kerja sama dilakukan karena PLB ingin memajukan produk-produk lokal. "Produk-produk kopi dari gerai Ngupi jadi gift atau oleh-oleh kepada setiap tamu yang datang ke PLB 2," jelasnya.
"Kopinya memang enak," pujinya.
Thobie menyebutkan, kerja sama dengan PLB 2 tak lepas dari faktor historis. "Kebun sawit kami dipercaya menjadi penyuplai buah sawit ke PLB 2," ungkapnya.
Dia mengaku kerja sama dengan PLB 2 sangat menyenangkan. "Ini bukan karena produk kemasan Ngupi saya dijadikan oleh-oleh khas. Tapi memang fasilitas dan pelayanan PLB 2 kepada kami selaku petani sawit sangat memuaskan," bebernya.
Menurutnya, PLB 2 memperlakukan semua petani mitranya di Singkil dengan sangat baik. "Ada kunjungan rutin tim mitra PLB 2 ke kebun-kebun penyuplai TBS, ada pelatihan agar hasil panen kami memuaskan, ada lagi bantuan transportasi serta harga yang cukup bersaing dibanding dengan pabrik-pabrik lainnya," papar Thobie.
Menurutnya, PLB 2 memiliki banyak sekali individu-individu pendorong yang sangat berkompeten. “Semua inilah yang membuat saya yakin dan berharap akan terus bermitra baik dengan PLB 2,” katanya.
Meski sudah sukses di lini bisnis lain, dia mengaku saat ini sedang belajar menjadi petani sawit. "Melanjutkan jejak orang tua. Lagi pula usaha ini menarik dan menimbulkan kepuasan tersendiri melihat tanaman yang tumbuh subur dan berbuah banyak," tukasnya.
Sukses di Bisnis Lain, Anak Petani Ini tak Lupa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini