Bengkulu, elaeis.co - Petani di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, mengintegrasikan tanaman sawit dengan pinang. Hasil yang didapat dari diversifikasi ini sangat memuaskan.

Salah satu petani di Bengkulu Tengah, Irwandi Ruslan mengaku menanam 90 batang pinang di kebun sawitnya. "Saya mengintegrasikan tanaman sawit dengan pinang beberapa tahun yang lalu dan sekarang hasilnya luar biasa. Dari 90 batang pinang yang saya tanam, saya dapat hingga Rp 7 juta setiap kali panen," katanya, Senin (17/7).

Pendapatan yang diperoleh dari tanaman pinang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani sawit di Bengkulu Tengah. Hal ini menjadi angin segar bagi mereka dalam menghadapi fluktuasi harga kelapa sawit. Diversifikasi tanaman memberikan kestabilan ekonomi bagi petani dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.

"Saya bersyukur tetap punya penghasilan di saat harga sawit masih Rp 1.700 per kilogram. Ekonomi keluarga sangat terbantu oleh pinang yang harganya mencapai Rp 6 ribu per kilogram," tuturnya.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi sangat mendukung inisiatif petani menjadikan pinang sebagai tanaman sela.

"Kami akan menyediakan bantuan teknis, pelatihan, dan bantuan bibit pinang kepada petani yang ingin mengintegrasikan tanaman sawit dengan pinang. Harapannya agar petani sawit lainnya mengadopsi diversifikasi tanaman dan meningkatkan pendapatan mereka," sebutnya.

"Kami bangga melihat petani sawit yang berhasil mengintegrasikan tanaman sawit dengan pinang. Ini adalah contoh nyata bagaimana diversifikasi tanaman dapat membawa keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya.