Jakarta, elaeis.co - Ketua Umum Gapki, Eddy Martono mendukung wacana Capres 03, Ganjar Pranowo membuat Badan Sawit Nasional (BSN) jika terpilih menjadi Presiden RI.

Menurut Eddy, tujuan didirikannya BSN baik agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

"BPDPKS dan Badan Sawit beda. Badan sawit disini mirip dengan MPOB Malaysia yang bisa membuat policy, kalau BPDPKS kan tidak bisa. Jadi yang dimaksud adalah supaya tidak terjadi tumpang tindih kebijakan dimana badan tersebut yang akan mengatur semuanya, itu bagus," kata Eddy Martono kepada elaeis.co, Rabu (7/2).

Jika langkah itu dapat meminimalisir tumpang tindih kebijakan, tentu hadirnya BSN cukup bagus. Sebab akan berdampak pada tata kelola sawit yang akan lebih baik.

Sebelumnya, Gapki Riau juga mengaku pembentukan BSN cukup bagus. Khususnya dalam mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit secara nasional.

"Kami sangat menyambut baik wacana tersebut, apalagi langsung di bawah presiden. Tapi saya bertanya, apa semua kementerian selama ini bukan di bawah presiden?," ujar Ketua Gapki Riau, Lichwan Hartono.

Menurut Hartono, saat ini ego masing-masing sektoral perlu dihilangkan. Jika memang semua pihak beranggapan bahwa sawit sebagai sumber devisa utama NKRI.

Ia juga menilai bahwa BSN tidak akan mengganggu BPDPKS yang sudah lebih dulu berdiri. Sebab BPDPKS selama ini  hanya sebagai juru bayar untuk proposal yang sudah sesuai dengan ketentuan.

"Harapan kita tentu program-program yang hadir berpihak baik kepada petani maupun para pelaku usaha di perkebunan sawit. Sebab kelapa sawit menjadi penghasil devisa negara terbesar di Indonesia," tandasnya.