Banyak di antara mereka menilai bahwa konsep hilirisasi perkebunan tidak lagi sekadar peningkatan produksi, tetapi sudah mengarah pada penguatan nilai tambah melalui inovasi energi dan industri turunan.

Menurut sejumlah pengunjung, kehadiran teknologi bioreaktor CPO menjadi gambaran konkret bagaimana sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, dapat berperan lebih luas dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Penyelenggara PENAS XVII menegaskan bahwa pameran teknologi seperti ini dirancang untuk mempercepat diseminasi inovasi pertanian dan perkebunan ke masyarakat luas. 

Harapannya, teknologi yang ditampilkan tidak hanya berhenti di level pameran, tetapi dapat diadopsi secara nyata di berbagai daerah.

Dengan tingginya animo pengunjung di hari kedua, Warehouse Hilirisasi Perkebunan dipastikan menjadi salah satu magnet utama PENAS XVII, sekaligus menegaskan arah baru pembangunan sektor perkebunan Indonesia yang berbasis inovasi, hilirisasi, dan kemandirian energi.