Peternakan 

Warga Desa ini Kembangkan Integrated Farming System

Warga Desa ini Kembangkan Integrated Farming System
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, meresmikan program integrated farming system di Desa Bendang Raya yang mengkolaborasikan sektor pertanian dan peternakan secara berkesinambungan. Foto: Kaltimkece.

Jakarta, Elaeis.co - Koperasi Produsen Ternak Berkah Salama Jaya (KPTBSJ) di Desa Bendang Raya, Tenggarong, Kutai Kartanegara, mengembangkan program sistem pertanian terpadu atau integrated farming system (IFS) untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Program ini mengintegrasikan sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan secara berkesinambungan.

Dengan IFS, KPTBSJ bisa memanfaatkan semua jenis komoditas secara maksimal. “Salah satu program IFS adalah mengelola peternakan sapi Bali sekaligus pertanian secara terintegrasi untuk memenuhi ketersediaan pakan ternak,” kata Ketua KPTBSJ, Suparlan, dikutip Kaltimkece.id.

Menurutnya, koperasi tersebut memproduksi sendiri pakan ternak menggunakan bahan baku jagung dan singkong yang didapat dari kelompok tani (poktan) anggota. Poktan yang sama kemudian memanfaatkan kotoran ternak untuk pupuk pertanian seperti jagung dan singkong.

“Siklus saling memanfaatkan inilah yang disebut IFS. Dengan begitu, bisnis dan ekonomi petani dan peternak bisa meningkat,” terangnya.

Saat ini ada 22 poktan dan peternak dari Desa Bendang Raya yang ikut program tersebut. Masing-masing kelompok memiliki anggota berkisar 12 orang. Ditargetkan ada 1.100 ekor sapi yang dikembangkan lewat program IFS. Selain jagung dan singkong, lahan pertanian seluas 220 hektare juga akan dimanfaatkan untuk ditanami rumput gajah untuk memenuhui kebutuhan pakan ternak.

“Target kami, tiga bulan bisa panen ternak. Oleh karena itu harus disuplai dengan pakan yang berkualitas,” urainya.

Suparlan menjelaskan, sebenarnya program tersebut dirintis KPTBSJ sejak 2019. Pada tahun ini skalanya diperbesar dan koperasi berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat, untuk mengembangkannya.

“Untuk memenuhi modal kegiatan, kami bekerja sama dengan bank negara sebagai kreditur dan mengandalkan hibah dana dari Badan Usaha Milik Negara,” bebernya. 


 

Editor: Rizal