Rengat, Elaeis.co - Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD), Kabupaten Indragiri Hulu, Riau memberikan keterangan tentang perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam seminggu terakhir.
Dimana, Elaeis.co menerima penjelasan dari Ergusfian Kepala KPBD Inhu pada Minggu (1/8) kemarin, bahwa untuk kondisi saat ini tidak ada lagi titik api yang muncul karena semua dapat diatasi. Hal ini tentunya berkat kerjasama tim terpadu, ujarnya.
Ergusfian merinci, pihaknya berhasil menjinakkan api karhutla di lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan beserta luasannya. Seperti di Kecamatan Kuala Cenaku lahan yang terbakar kurang lebih 5 hektar sudah dapat dipadamkan dalam waktu 5 hari.
" Karena lokasi lahan gambut, cuaca panas dan angin kencang, personil agak kewalahan saat itu sehingga memakan waktu api bisa padam," katanya.
Selanjutnya, untuk kebakaran lahan di Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap seluas 1 hektar dan dapat dipadamkan tidak butuh waktu lama karena kondisi lahan mineral.
Sedangkan di Desa Petalongan, Kecamatan Pasir Penyu, areal lahan yang terbakar mencapai 5 hektar dan api berhasil dipadamkan selama 2 hari serta dilakukan pendinginan.
Bergeser ke Kecamatan Rengat Barat, di sana dua titik api berkobar masing-masing seluas 1 hektar tepatnya, Desa Talang Jerinjing dan Redang. " Kalau di desa talang jerinjing hanya membutuhkan waktu 1 hari, api berhasil dipadamkan. Sedangkan di redang, memakan waktu 2 hari," pungkasnya.
Untuk diketahui, tim terpadu yang ikut andil dalam padamkan api karhutla tersebut berasal dari TNI-POLRI, KPBD, Manggala Agni dan Satpol PP.
Beberapa hari lalu, berdasarkan dari Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa hotspot di Inhu ada lima titik rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
5 Sebaran Karhutla di Inhu Teratasi
Diskusi pembaca untuk berita ini