Bengkulu, elaeis.co - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu optimis harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjelang akhir tahun akan kembali naik. Itu dipicu oleh meningkatnya permintaan minyak kelapa sawit mentah.
"Kami optimis bahwa harga TBS kelapa sawit di Bengkulu akan mencapai di atas Rp 2.300 per kilogram menjelang akhir tahun ini. Hal ini sesuai dengan tren peningkatan permintaan minyak kelapa sawit mentah," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Dhita Aditya Nugraha, Senin (4/12).
Peningkatan permintaan karena kebutuhan industri makanan dan produk-produk yang menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku utama. Selain itu, upaya global untuk meningkatkan penggunaan minyak kelapa sawit secara berkelanjutan juga turut mendorong peningkatan harga.
"Kami percaya meningkatnya permintaan terhadap minyak kelapa sawit mentah bisa ikut meningkatkan harga TBS kelapa sawit," ujarnya.
Meski beberapa pihak mengkhawatirkan dampak peningkatan harga TBS kelapa sawit terhadap industri tertentu, namun BI Provinsi Bengkulu menyatakan bahwa hal itu sejalan dengan upaya untuk mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit.
"Kenaikan harga TBS kelapa sawit dapat menjadi dorongan positif bagi para petani dan pelaku usaha di sektor ini, asalkan diimbangi dengan praktik-praktik yang berkelanjutan," ujarnya.
BI juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan bahwa peningkatan harga TBS kelapa sawit memberikan manfaat bagi semua pihak terkait.
"Kami mengajak semua pihak terlibat, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bekerja sama demi memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan sektor kelapa sawit di Provinsi Bengkulu," ujarnya.
Bank Indonesia Optimis Harga Sawit Bakal Berkibar di Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini