Bengkulu, elaeis.co - Sektor pertanian saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Salah satunya, tanaman kelapa sawit.

Berbagai jenis bibit bermunculan di pasaran. Namun yang mendapat perhatian lebih yakni jenis bibit simalungun. Tanaman ini menarik perhatian karena tandan sawitnya yang rapat, bahkan rata-rata pohon kelapa sawit jenis simalungun mampu menghasilkan lebih dari 12 tandan saat berbuah.

Baca Juga: Gubernur Rohidin Dukung Kaum Milenial Bengkulu Jadi Pengusaha Sawit

"Usia tanaman berperan penting dalam menentukan kualitas. Tanaman yang berusia 4 tahun ke atas dan memiliki jumlah tandan di bawah 12 akan dikelompokkan sebagai varietas non-unggul, nah menariknya varietas simalungun bisa diatas 12 tandan," kata pakar pertanian asal Bengkulu, Zainal Muktamar, kemarin.

Bahkan dia menyarankan agar semua petani sawit di Bengkulu menanam jenis bibit varietas unggul. Kalau hal itu dilakukan, lanjutnya, maka tidak ada petani sawit miskin di Bengkulu. Sebab para petani setidaknya mengantongi hingga Rp 60 juta per bulannya.

"Kalau 1 pohon 12 tandan, 100 pohon berarti 1.200 tandan, kalau rata-rata berat tandan 25 kilogram, maka total berat sawit mencapai 30 ton dikali harga Rp 2 ribu per kilogram, maka penghasilan mereka bisa tembus Rp 60 juta," ujarnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bibit unggul akan memberikan dampak positif bagi petani kelapa sawit. Seperti yang dirasakan warga Kabupaten Bengkulu Utara, Budi Santoso. Menurutnya, dengan menanam sawit varietas unggul maka mampu mendapatkan pendapatan yang besar.

"Kami sangat antusias dengan bibit unggul. Jika dapat menghasilkan lebih banyak tandan dalam satu pohon, ini akan membantu kami meningkatkan hasil panen dan pendapatan," ujar Budi.

Budi mengaku, meski varietas unggul mampu menghasilkan buah yang lebat, namun faktor lainnya seperti pemberian pupuk juga tidak bisa diabaikan. Sebab menanam varietas unggul tanpa dukungan pupuk sama seperti berharap keberuntungan.

"Selain memanfaatkan varietas unggul, pemberian pupuk juga harus dilakukan agar buah sawit tetap banyak," pungkasnya.