Padang, elaeis.co - Sepanjang 2023 ini Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menargetkan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) mencapai 500 hektar. Luasan ini sesuai dengan arahan BPDPKS, yang siap menyalurkan dana untuk peremajaan tersebut.

Sementara menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Solok Selatan Admi Zulkhairi, saat ini baru dua kelompok tani yang mengajukan program tersebut. Yakni kelompok tani Takao Mandiri seluas 70 hektar, dan kelompok tani Usaha dan Doa seluas 110 hektar.

"Saat ini kita sedang melakukan pengukuran lahan yang diusulkan," katanya, beberapa waktu lalu.

Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, kepada elaeis.co mengatakan sangat mendukung langkah Pemkab Solok Selatan itu, pihaknya juga memberikan apresiasi atas rencana tersebut.

Kendati begitu, pihaknya berharap bukan hanya program PSR saja yang menjadi fokus pemerintah saat ini, namun juga diharapkan membantu petani agar dapat bermitra dengan perusahaan kelapa sawit yang ada.

"Kemitraan bisa sejalan dengan PSR yang ditargetkan. Tapi tidak sedikit petani yang kesulitan untuk bermitra dengan PKS. Untuk itu kita berharap pemerintah menjembatani petani dan PKS agar dapat bermitra," bebernya, Rabu (1/2/2023).

Langkah yang paling awal, kata dia, setidaknya pemerintah berkolaborasi dengan asosiasi kelapa sawit yang ada untuk mendapatkan informasi awal dengan rinci. "Sebab asosiasi juga memiliki tanggung jawab membina petani kelapa sawit agar lebih maju," katanya.