Bengkulu, elaeis.co - Penjual cangkang sawit di Bengkulu, Ali Akbar, meminta para pembeli atau buyer tidak membeli cangkang sawit melalui pedagang perantara. Sebab, agen yang terlibat dalam transaksi akan mengenakan biaya sebesar Rp 20 per kilogram.

Ali yang telah lama berkecimpung dalam bisnis cangkang sawit di Bengkulu merasa prihatin dengan munculnya banyak agen saat ini. Apalagi harga yang mereka patok tidak sebanding dengan layanan yang diberikan.

Menurutnya, transaksi langsung antara investor dan penjual akan lebih menguntungkan kedua belah pihak. "Saya meminta para investor untuk membeli cangkang sawit langsung dari penjual tanpa melalui mediator. Biaya yang dikenakan oleh mediator hanya akan menambah mahal harga cangkang. Dengan transaksi langsung, investor dapat memperoleh harga yang lebih kompetitif," kata Ali, Senin (10/7).

Ali mengaku selalu siap untuk menjalin kerja sama langsung dengan investor. Dengan mengurangi peran mediator dalam transaksi jual beli cangkang sawit, maka para investor dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. "Kami siap menjalani kerja sama, stok cangkang kami ada 80 ribu ton dengan harga Rp 1.600 per kilogram dan tanpa biaya tambahan," ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ali telah berhasil menjual cangkang sawit secara langsung kepada beberapa investor yang bersedia mengikuti saran dan permintaannya. Beberapa investor tersebut mengakui bahwa mereka dapat menghemat sejumlah uang dengan membeli langsung dari Ali Akbar.

"Saya senang membeli cangkang sawit langsung. Selain mendapatkan harga yang lebih murah, proses transaksi juga menjadi lebih cepat dan mudah," ujar pembeli cangkang sawit dari Jakarta, Budiman Ismail.

Ia mengaku, saat ini banyak investor dari luar Bengkulu yang tidak lagi menggunakan bantuan mediator. Bahkan mereka semakin sadar akan pentingnya mengurangi keterlibatan mediator dalam transaksi jual beli cangkang sawit. 

"Diharapkan dengan semakin banyaknya investor yang melakukan transaksi langsung, harga cangkang sawit di Bengkulu dapat menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan bagi semua pihak terlibat," pungkasnya.