Jakarta, elaeis.co - Komitmen pemerintah Republik Rakyat China (RRC) menambah impor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 1 juta ton dari Indonesia membawa angin segar bagi industri sawit di tanah air. Komitmen impor CPO itu merupakan hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri RRC Li Keqiang di Beijing, Selasa (26/7) sore.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yakin hal itu akan berpengaruh signifikan terhadap harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. Dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah RRC atas komitmen impor CPO tersebut.
"Terima kasih atas dukungan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang atas komitmen impor minyak sawit dari Indonesia. Kami berharap China dapat terus melanjutkan dan meningkatkan perdagangan minyak sawit dari Indonesia," katanya dalam pernyataan resmi, kemarin.
Menurutnya, kelapa sawit merupakan penghasil minyak nabati yang paling produktif yang menjadi komoditas utama dalam perdagangan dunia. Itu sebabnya Indonesia bertekad ingin berperan sebagai supplier utama untuk komoditas penting ini.
"Dengan menjadi supplier utama CPO dunia, tentu akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit di Indonesia yang jumlahnya mencapai 16 juta," sebutnya.
"Presiden Jokowi menyampaikan, nilai perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok terus meningkat dan sudah melampaui USD100 miliar. Sehingga peluang untuk meningkatkan angka perdagangan sangat besar," tambahnya.
China Tambah Impor CPO 1 Juta Ton, Luhut Yakin Harga TBS Naik
Diskusi pembaca untuk berita ini