Kaltim, elaeis.co - Hari ini Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) memulai penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dua kali dalam satu bulan. Sayangnya, dalam penetapan pertama ini harga TBS justru mengalami penurunan.
Menurut Ketua DPD APKASINDO Kutai Kartanegara (Kukar), Daru Widiyatmoko, penurunan harga ini disebabkan lantaran tidak lakunya CPO indonesia di pasar internasional.
"Indonesia kehilangan pasar. Negara-negara konsumen CPO justru sudah menjalin kontrak dengan Malaysia," katanya kepada elaeis.co, Rabu (15/6).
Daru mengatakan, pasar global kini tegah dikuasai oleh Malaysia. Hal ini tentu membuat ekspor CPO terpuruk. Akibat ekspor yang tidak berjalan, maka pabrik kelapa sawit (PKS) juga tidak aktif seperti semula dalam memproduksi CPO. Sebab tangki penyimpanan dan penimbunan sudah hampir penuh.
"Dampak terparahnya ya hasil kebun petani kelapa sawit tidak terserap perusahaan. Akhirnya anjlok lah harga," ujarnya.
Berikut harga TBS Kaltim hingga dua pekan mendatang :
Usia 3 tahun Rp2.484,48
Usia 4 tahun Rp2.652,48
Usia 5 tahun Rp2.665,93
Usia 6 tahun Rp2.694,02
Usia 7 tahun Rp2.709,86
Usia 8 tahun Rp2.730,52
Usia 9 tahun Rp2.785,96
Usia 10 tahun Rp2.818,85
CPO Tak Laku, Harga Sawit Kaltim Terjun Bebas
Diskusi pembaca untuk berita ini