Jakarta, elaeis.co - Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Kementarian Pertanian (Kementan) RI, meminta jajarannya mengidentifikasi tantangan sub-sektor perkebunan ke depan.

Dikatakan, bila menemukan tantangan, segera cari solusi tepat guna dengan manajemen yang simple, cepat dan tepat, serta didukung dengan digitalisasi yang mumpuni agar semua bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Dirjenbun Andi Nur mengatakan hal itu saat mengukuhkan 107 pejabat fungsional dan pelaksana yang ditugaskan sebagai Ketua Kelompok Substansi dan Ketua Tim Kerja lingkup Ditjen Perkebunan. 

Dalam acara tersebut tampak hadir Plt. Mentan Arief Prasetyo Adi bersama dengan Wamentan Harvick Hasnul Qolbi, dan pejabat lainnya di lingkup Kementan RI.

Dirjenbun Andi Nur juga meminta dibuat peta sebaran organisme pengganggu tanaman (OPT)  sehingga jika tahun depan ada kasus tersebut dapat segera dilakukan pengendalian atau penanganan ke daerah yang tergejala.

Andi Nur juga meminta untuk berkolaborasi dengan lembaga riset dan lakukan inovasi, dipetakan mana tanaman yang perlu segera direplanting. "Sawit dan tebu merupakan potensi energi dan pangan masa depan, jadi harus disegerakan," ungkapnya, dilansir elaeis.co dari website resmi Ditjenbun, Selasa (17/10).

"Kinerja harus terus kita laporkan ke Mentan, matrik dan progresnya setiap minggu. Ayo sama-sama bertransformasi demi memperkokoh dan memajukan perkebunan Indonesia menjadi lebih baik lagi dan tepat guna,” ujarnya.

Sebelumnya Plt. Mentan Arief Prasetyo Adi memotivasi jajarannya agar terus bersemangat dan proaktif meningkatkan kinerja demi memperkokoh perkebunan Indonesia.

“Luar biasa ini semangatnya, ya. Tapi ingat untuk dijaga,  dan bertransformasi menjadi lebih baik lagi. Ditingkatkan kinerjanya, programnya dibenahi lagi, agar semua kegiatan perkebunan semakin baik dan tepat guna serta menjaga integritas itu terpenting,” ujarnya.

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi sependapat dengan Plt Mentan. “Saya rasa integritas itu penting untuk diterapkan, dan lakukan peningkatan kinerja jadi lebih baik. Ini untuk pertanian kita,” ujar Wamentan.