Medan, elaeis.co - Dinas Perdagangan Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (Diserindag ESDM) Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan minyak goreng kemasan rakyat yang menjadi keluhan masyarakat. 

Mulyadi Simatupang, Kadisperindag ESDM Sumut, menuturkan bahwa salah satu layar belakang diadakannya rapat koordinasi ini untuk menindaklanjuti hasil inspeksi dadakan yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ke beberapa pasar. 

"Benar mas, rapat sudah terlaksana pada 6 Februari 2023 kemarin, yang dihadiri pihak perwakilan produsen, distributor, KPPU, Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN)," katanya kepada elaeis.co, Selasa (7/2). 

Menurutnya, berdasarkan data harga rata-rata minyak goreng curah pada periode Januari 2023 naik sebesar 3% jika dibandingkan Desember 2022, sementara dari sisi minyak goreng premium cenderung stabil. " Pengakuan pedagang kendala mendapatkan pasokan Minyakita dan tren kenaikan harga Migor curah sudah terjadi sejak awal Desember 2022," ujarnya.  

Mulyadi Simatupang mengungkapkan, tren realisasi Domestik Market Obligation (DMO) secara nasional mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir tepatnya November sebesar 100,94%, Desember 86,31%, dan Januari 2023 87,73%. 

Meskipun demikian, untuk wilayah Sumatera Utara realisasi DMO pada Januari 2023 mencapai 183,72% atau sebanyak 25,453 ton dan ini sudah melebihi target. Rapat tersebut berjalan kondusif dengan tiga kesimpulan yakni seharusnya tidak terjadi kelangkaan Minyakita di lapangan. 

Jika memang mengalami kendala seperti adanya peraturan yang menghambat segera sampaikan kepada dinas. Dan terakhir, jangan sampai ada kebijakan di luar yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah seperti pemaketan (tying) karena tying pasti tidak ada kebijakan regulasinya, ungkapnya.