Pekanbaru, elaeis.co - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau mencatat, selama tahun 2022 Riau telah mengekspor lebih dari 15,8 juta ton berbagai produk olahan dari kelapa sawit. 

Jumlah ini tercatat masih tumbuh positif dibandingkan tahun 2021 sebesar 853.797 ton, atau 5,69 persen. Yang mana di tahun 2021, ekspor produk olahan sawit Riau tercatat sebesar 15 juta ton. 

Kepala Kantor Wilayah DJBC Riau, Agus Yulianto mengungkapkan, ada 18 produk olahan dari kelapa sawit yang diekspor oleh Riau. 

"Jadi bukan hanya CPO saja yang diekspor. Ada banyak produk lain yang juga diekspor oleh Riau, termasuk juga bungkil, biji sawit, tandan buah kosong dan lainnya," kata Agus kepada elaeis.co, Sabtu (28/1).  

Agus mengatakan, dari total ekspor produk olahan sawit itu, telah menyumbang devisa negara sebesar USD 20,4 miliar. 

Jumlah ini juga tercatat mengalami kenaikan sebesar USD 853.797 dari tahun 2021, atau sebesar USD 656,74 juta atau 3,32 persen. Yang mana di tahun 2021, devisa yang dihasilkan dari ekspor produk olahan sawit di Riau mencapai USD 19,75 miliar.