Lampung, elaeis.co - Pemerintah Provinsi Lampung setakat ini terus mendorong hadirnya para penangkar bibit kelapa sawit resmi. Ini bertujuan untuk mendukung petani memperoleh bibit berkualitas dan bersertifikat.

Langkah ini juga disambut hangat oleh petani kelapa sawit di Lampung. Menurutnya hadirnya para penangkar bibit bermutu ini sangat membantu petani untuk membangun kebun yang lebih baik dari sebelumnya.

"Tentu sangat membantu, terlebih sebelumnya petani membangun kebun dengan bibit yang cenderung asal-asalan. Maksudnya tidak mengerti kualitas dan mutunya," ujar Ketua Apkasindo Lampung, Abdul Simanjuntak kepada elaeis.co, Kamis (13/8).

Dengan benih yang tidak standar mutu dan kualitas tadi, tidak sedikit saat ini kebun di Lampung justru berdiri dengan produksi rendah. "Kita sebagai asosiasi telah mengarahkan para petani baik yang tergabung dalam Apkasindo maupun tidak untuk membeli bibit dengan asal usul yang terjamin. Minimal dari penangkar resmi dengan bibit yang bersertifikat," tegasnya.

Sejatinya lanjut Abdul, terdapat 19 perusahaan produsen benih yang menyediakan biji untuk dikembangkan. Saat ini petani Lampung juga mudah untuk mendapatkannya, yakni minimal melakukan antre selama 4 bulan.

Para penangkar benih sawit bersertifikat di wilayah Lampung tersebut yakni, di Kabupaten Lampung Tengah, ada CV Hikmah Tani di Desa Tanjung Jaya, CV Usaha Barokah di Desa Mekar Jaya, Bayu Tejo Kartiko di Desa Sri Rezeki, PT Bumi Madu Mandiri di Desa Yukum Jaya, PT RPN PPKS di Desa Lempuyang Bandar dan Hadi Purwanto di Desa Marga Jaya.

Lalu di Kabupaten Lampung Timur yakni CV Asa Dwi Guna ada di Desa Adi Jaya, di Kabupaten Lampung Selatan ada penangkar benih sawit Imami di Kecamatan Candipuro, di Kota Bandarlampung ada di UPKS Polinela, di Kabupaten Waykanan ada PT Palm Lampung di Desa Bumi Agung, dan di Kabupaten Mesuji ada produsen benih sawit tersertifikasi Andri Lismaryadi di Desa Muara Tenang Timur.