Padang, elaeis.co - Pergerakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus menunjukkan gejala yang menggembirakan. Banyak pihak memprediksi, kondisi itu dimungkinkan oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apksindo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Jufri Nur SE MM, tidak menafikan hal itu. "Alhamdulillah," katanya kepada elaeis.co, Kamis (2/3).
Jufri bahkan berani mengklaim, harga TBS di Sumbar sejak beberapa waktu belakangan termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
"Bukan tidak mungkin harganya akan menembus angka di atas Rp3.000/kg," sambung Jufri.
Jufri tidak menafikan, pergerakan harga sawit ke arah yang positif itu memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani, terutama yang bergerak di sektor sawit.
"Mereka sudah sangat sejahtera," kata Jufri membahasakan. "Sudah banyak yang melirik untuk membeli barang di luar kebutuhan primer seperti kendaraan," katanya.
Bila mendatangi sentra-sentra perkebunan kelapa sawit, Jufri mengaku sudah disambut sumringah oleh para petani. "Terimakasih, Pak Ketua," ujar Jufri, menirukan ucapan petani yang menyambutnya.
Menghadapi kondisi yang sedang memihak ini, Jufri wanti-wanti agar petani pandai-pandai mengelola keuangan. "Jangan terjebak pola hidup hedonis," sarannya.
Ia meminta petani untuk menyisakan hasil penjualan sawit untuk kepentingan perawatan kebun. "Jangan sampai lengah," katanya.
"Dunia ini sulit ditebak," Jufri melanjutkan. Boleh jadi hari ini harga sawit tinggi, "Kalau kemudian tiba-tiba anjlok, kalau tidak siap 'kan repot jadinya.
Harga Terus Membaik, Petani Sawit Diingatkan Siapkan Langkah Antisipatif
Diskusi pembaca untuk berita ini