Bengkulu, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah merasa kecewa dengan hasil panen yang mereka dapatkan. Sebab kebun kelapa sawit seluas 6 hektar hanya menghasilkan 3,8 ton Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
Seorang petani kelapa sawit di Desa Bang Haji Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah, Isnan (43) menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, kebun kelapa sawit seluas 6 hektar hanya mampu menghasilkan hingga 3,8 ton TBS kelapa sawit.
"Dari kebun sawit saya yang luasnya 6 hektar, saya hanya mampu menghasilkan 3,8 ton TBS kelapa sawit. Idealnya, produksi seharusnya mencapai 6 ton," ujar Isnan, Selasa 27 Februari 2024.
Meski hasil panennya tidak memuaskan, Isnan mengaku, tetap bersyukur atas penghasilan yang bisa dia dapatkan. Meskipun tidak mencapai maksimal, dirinya mampu mengantongi pendapatan sebesar 8 juta per bulan.
"Harga TBS kelapa sawit ditingkat petani saat ini cukup baik, mencapai Rp 2.100 per kilogram jadi walaupun panen tidak seberapa pendapatan tetap besar," tambah Isnan.
Isnan berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih dalam hal penyediaan pupuk subsidi. Menurut mereka, pupuk merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan hasil produksi.
"Kami berharap pemerintah dapat membantu kami dengan penyediaan pupuk yang cukup dan terjangkau," ungkap Isnan.
Baca Juga: Tidak Dapat Bantuan Pupuk, Petani Sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah Minta BPDPKS Lebih Peduli
Tidak hanya masalah pupuk, para petani juga menghadapi tantangan lain seperti harga TBS yang fluktuatif dan biaya produksi yang semakin meningkat.
"Kami seringkali merasa tertekan dengan fluktuasi harga TBS yang tidak menentu. Selain itu, biaya produksi seperti pupuk dan pestisida juga semakin mahal," pungkas Isnan.
Menyikapi keluhan para petani, pemerintah Provinsi Bengkulu setempat berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kelapa sawit di daerah ini," ujar Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.
Menurut Rohidin, pihaknya berharap dukungan terhadap petani sawit tidak hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi Bengkulu saja, tetapi juga pemerintah pusat.
"Diharapkan dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah dan dukungan yang cukup, para petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah dapat menghadapi tantangan dan meningkatkan produksi secara berkelanjutan," pungkasnya.
Hasil Panen Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah Mengecewakan
Diskusi pembaca untuk berita ini