Forum bisnis yang diprakarsai Kadin tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama perdagangan kedua negara dengan penandatanganan nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan Anindya Bakrie dan Bakhtiyor Saidov.
Menurut Anindya, kelapa sawit masih menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Uzbekistan. “Kita banyak mengirim palm oil atau minyak kelapa sawit. Ditambah lagi turisme, banyak sekali potensi dengan Uzbekistan,” sebutnya.
“Penandatanganan nota kesepahaman dan forum bisnis membuka pintu bagi peluang investasi baru dan kerja sama perdagangan jangka panjang antara kedua pihak,” tambahnya.
Selain perdagangan, kerja sama investasi antara Indonesia dan Uzbekistan semakin menguat. Uzbekistan telah menunjukkan minat yang meningkat untuk berinvestasi di sektor energi dan infrastruktur Indonesia, sementara perusahaan-perusahaan Indonesia secara aktif menjajaki peluang di industri pertanian dan tekstil Uzbekistan.
Ketua Umum Kadin Uzbekistan, Davron Vakhobov, mengaku tertarik untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan di Indonesia. Ia menilai Indonesia masih terus mengembangkan energi panas bumi.
Uzbekistan saat ini menjadi negara tujuan ekspor ke-129 dan asal impor ke-53 bagi Indonesia. Tren perdagangan kedua negara tumbuh 49,04 persen dalam lima tahun terakhir. Pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD 147,65 juta, naik 4,67 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 141,1 juta dollar AS.
Ekspor Indonesia ke Uzbekistan di periode yang sama mencapai USD 25,78 juta (terjadi pertumbuhan 57,81 persen secara tahunan dibanding 2023), sementara impor mencapai 121,9 juta dollar AS. Ekspor utama Indonesia ke Uzbekistan meliputi margarin, minyak sawit yang masuk golongan lemak dan minyak hewan atau nabati, kopi, kopra, dan tembakau.
Impor Indonesia dari Uzbekistan mencakup kalium klorida, pulp linter kapas, pompa bahan bakar, pengukur tinggi permukaan untuk kendaraan bermotor, serta dinatrium karbonat.
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Peluang Perdagangan Sawit hingga Energi
Diskusi pembaca untuk berita ini