Pekanbaru, elaeis.co - Bupati Siak Afni Zulkifli menerima penghargaan SIEXPO Award 2026. Penghargaan diberikan karena Afni dinilai komitmen dalam menjaga stabilitas harga sawit dan memperjuangkan kesejahteraan petani.

Penghargaan ini diserahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy kepada Afni pada gelaran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (8/8). 

Baca Juga: Mengungkap Tabir Transaksi 'Bawah Meja' PT KTU dengan Yayasan Islamic Center Siak

Selain Afni, penghargaan SIEXPO Award 2026 juga diberikan kepada Pemprov Riau, Bupati Dharmasraya Provinsi Sumbar, dan Kelompok Tani Raharjo.

Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026 yang juga Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Manurung mengatakan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang peduli pada petani sawit kecil.

Gulat mengatakan, Bupati Siak terjun langsung menjaga stabilitas harga TBS petani sawit kecil. Selain itu, Afni dinilai juga sangat serius mendampingi kelompok tani untuk mendapatkan akses pada kebijakan replanting, penyaluran bantuan lainnya dan perlindungan lahan di wilayah konflik.

"Terutama, Bupati Siak menjaga langsung stabilitas harga petani sawit kecil di situasi krisis. Para petani sawit juga merasakan keberpihakannya hingga harga kembali stabil," kata Gulat. 

Sementara, Rachmat Pambudy mengaku bangga bisa menghadiri SIEXPO 2026 yang digelar 6-8 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku usaha sawit dari berbagai wilayah di Indonesia sampai mancanegara. 

"Sebelum acara saya mendapatkan informasi dan diskusi juga dengan Bupati Siak. Beliau semangat menceritakan tentang daerahnya, saya juga terimakasih diceritakan tentang sejarah kerajaan Siak. Awalnya cuma tahu kesultanan Jogjakarta atau Solo, ternyata ada sumbangan besar kerajaan Siak untuk Indonesia. Tadi saya juga diundang untuk datang ke Siak," kata Rachmat.

Rachmat menyampaikan, pemerintah saat ini melakukan percepatan peningkatan kesejahteraan petani sawit melalui tiga pilar utama strategis nasional. Yakni pilar percepatan tata kelola, penataan lahan dan hilirisasi perkebunan.

"Selain itu, memperkuat ekosistem industri melalui kemitraan berkelanjutan dan penguatan hulu yakni memperluas diversifikasi produk olahan sawit berkelanjutan melalui integrasi hulu-hilir, serta mempercepat industri sawit yang tangguh, digital, dan berdaya saing global," pungkasnya.