Jakarta, elaeis.co - Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives pekan ini diperkirakan tergantung data pasokan dan permintaan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB)
Hal ini diutarakan pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, Sathia Verqa dikutip dari Bernama, Senin (9/1).
Sathia menyebut, harga CPO berjangka akan terkoneksi dengan laporan MPOB pada 12 Januari nanti tentang prospek harga dan produksi kelapa sawit 2023.
Desember 2022 lalu, produksi kelapa sawit di Malaysia turun 5 persen dibanding November menjadi 1,6 juta ton dengan ekspor 1,5 juta ton. Sementara stok akhir tahun 2022 sebanyak 2,13 juta ton.
"Musim penghujan Desember 2022 lalu mengganggu panen hingga hasil produksi Desember turun. Meningkatnya ekspor ke China pada November juga mengurangi pasokan ke negara itu pada Desember," kata Sathia.
Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani menambahkan, harga CPO berjangka pekan ini tergantung pada permintaan pasar dan hasil laporan MPOB serta laporan bulanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).
"Harga pekan ini kemungkinan diperdagangkan sekitar 3.900-4.200 Ringgit Malaysia per ton," ujarnya.
Laporan MPOB Jadi Penentu Harga Minyak Sawit Pekan Ini
Diskusi pembaca untuk berita ini