Jakarta, elaeis.co - Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia melonjak sepanjang Juni 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor pada Juni mencapai US$26,09 miliar, naik 40,68 persen dibandingkan tahun lalu atau year on year (yoy) dan 21,30 persen secara month on month (mom). Tingginya ekspor ditopang oleh minyak kelapa sawit yang mencapai US$2,46 miliar atau meningkat 862,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Volume ekspor CPO Juni mencapai 1.763.300 ton, sedangkan pada Mei hanya 182.800 ton.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, peningkatan ekspor terjadi ke Pakistan sebesar 1.958 persen dan China 291 persen. Selanjutnya ada India dan Bangladesh.

"Sawit trennya secara umum mengalami peningkatan, kecuali pada saat ada larangan ekspor minyak kelapa sawit," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/7).

Menurutnya, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 mengalami surplus US$5,09 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dari surplus bulanan pada Mei 2022 sebesar US$2,9 miliar. Realisasi tersebut merupakan surplus neraca dagang 25 bulan berturut-turut.

Khusus untuk non migas, terjadi surplus sebesar US$7,23 miliar pada Juni 2022.

"Kalau dilihat dari komoditasnya, penyebab surplus neraca perdagangan ditopang tiga komoditas. Yaitu bahan bakar mineral [HS 27], lemak dan minyak hewan/nabati [HS 15], dan besi baja [HS 73]," paparnya.

"CPO merupakan komoditas terbesar yang menopang surplus perdagangan Indonesia pada Juni 2022, menyumbang hingga 54 persen terhadap surplus neraca perdagangan," tambahnya.