Bengkulu, elaeis.co - Bagi Hasnul, budidaya lebah madu tidak hanya semata mendapatkan duit. Namun secara ekologis, budidaya hewan itu di kebun sawit juga bisa membantu polinasi tanaman sawit.

Arti kata lain, dengan budidaya lebah madu di kebun sawit dapat berpotensi meningkatkan hasil tanaman.

"Iya, bisa membantu peningkatan hasil tanaman sawit, karena lebah madu juga membantu penyerbukan bunga sawit," kata Hasnul saat berbincang dengan elaeis.co jelang sore kemarin.

Gara-gara sudah merasakan manfaat dan manisnya duit madu ternak, warga Kabupaten Bengkulu Utara ini pun mendorong agar para petani sawit bisa memanfaatkan kebun sebagai lokasi penangkaran madu tersebut.

"Salah satu alasan kuat saya mendorong ini karena potensi keuntungannya sangat menjanjikan," ujarnya.

Sebagai contoh yang dirasakan Hasnul saat ini. Bermodal awal 5 kotak lebah, Hasnul setidaknya bisa mengantongi duit sekitar Rp5 juta tiap kali panen.

"Sekali panen, per kotak bisa hasilkan madu sekitar 10 botol ukuran 500 ml. Kalau diuangkan sekitar Rp1,2 juta. Potensinya sangat bagus," kata dia.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mendukung penuh cara menghasilkan duit tambahan yang dilakukan petani sawit tersebut. Bahkan, Rohidin berencana memberikan pelatihan bagi para petani.

"Kami melihat ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan pendapatan petani sawit. Selain itu, ini juga membantu pelestarian alam dan lingkungan sekitar," kata Rohidin.

Diharapkan dengan adanya pelatihan itu nantinya, para petani sawit di Provinsi Bengkulu punya pendapatan yang stabil dan berkelanjutan. "Kami berharap semakin banyak petani sawit bisa membudidayakan lebah madu ini demi meningkatkan pendapatan," ujarnya.