Yogi mengatakan, mengkonsumsi minyak jelantah dapat memicu berbagai macam penyakit berbahaya dan mematikan. 

"Minyak itu kalau sudah dipakai beberapa kali, akan menimbulkan potensi yang membahayakan yang namanya radikal bebas. Itu membahayakan kesehatan, bisa menyebabkan kanker dan sebagainya, jadi harus hati-hati," jelasnya.

"Masyarakat harus berhati-hati dan memastikan setiap minyak goreng yang dibeli memiliki izin dari BPOM dan Kementerian Kesehatan," tambahnya.

Makanya dia menekankan agar hati-hati dalam memilih minyak goreng, sebaiknya tetap digunakan minyak goreng kemasan namun dengan pola berhemat.

"Lagi pula sekarang  harga minyak goreng curah kemasan hanya Rp 13.800 per liter. Sudah sangat murah dibandingkan beberapa bulan yang lalu sempat mencapai Rp 20 ribu per liter. Makanya saya katakan masyarakat lebih baik membeli yang kemasan saja dibandingkan yang dikemas atau didaur ulang," tutupnya.