Palembang, elaeis.co - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat pada Oktober 2024 nilai ekspor komoditas migas dan non migas meningkat signifikan hingga 6,37 persen.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan, nilai ekspor Sumsel pada Oktober 2024 mencapai US$646,06 juta.
"Komoditas unggulan yang berkontribusi terhadap ekspor Sumsel antara lain minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil), kayu, dan batu bara," sebutnya dalam rilis media dikutip Sabtu (7/12).
Lebih rinci dia sebutkan, nilai ekspor Sumsel pada Oktober 2024 terdiri dari sektor pertanian senilai US$12,28 juta, sektor industri US$301,15 juta, sektor pertambangan US$303,53 juta, dan migas US$29,10 juta.
"Sektor nonmigas menjadi penggerak utama kenaikan ekspor Sumsel. Sementara dari sisi migas, justru terjadi penurunan sebesar 6,65 persen," katanya.
Secara tahunan atau year on year (YoY), sektor batu bara, pulp (bubur kertas), dan karet, menjadi komoditas utama penyumbang kenaikan ekspor Sumsel. Data menunjukkan, ekspor nonmigas Sumsel mengalami kenaikan senilai 27,7 persen secara YoY, sementara ekspor migas juga mengalami penurunan 34,54 persen secara YoY.
"Sedangkan secara bulanan, sektor pertambangan mengalami kenaikan ekspor, sementara sektor migas turun tajam," jelasnya.
Ditambahkannya, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel, dengan komoditas yang dikirim termasuk bubur kertas. "Sejauh ini Sumsel masih menunjukkan hasil positif dalam neraca perdagangan," tutupnya.
Nilai Ekspor Sumsel Naik Signifkan Ditopang Sawit, Kayu, dan Batu Bara
Diskusi pembaca untuk berita ini