Pontianak, elaeis.co - Pabrik kelapa sawit (PKS) komersial atau yang lebih akrab dipanggil PKS tanpa kebun masih terus menjadi perbincangan hangat bagi petani kelapa sawit. Sejak hadir PKS ini justru dinilai memberikan efek negatif terhadap petani kelapa sawit.
"Memang benar ada dampak negatifnya bagi petani swadaya tapi tidak banyak. Yang ada justru ikut menekan kebun-kebun petani rakyat," jelas Indra Rustandi, Ketua Apkasindo Kalimantan Barat (Kalbar) saat berbincang bersama elaeis.co, Rabu (3/7).
Baca juga: Kunjungan Delegasi 17 Negara ke PT KTU Jadi Inspirasi Praktik Sawit Berkelanjutan
Diwilayahnya, hadirnya PKS tanpa kebun ini justru dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya aktivitas pencurian kelapa sawit. Lantaran akses penjualan yang mudah.
Bukan hanya itu, jalan kebun juga terancam rusak karena ulah pencuri sawit atau ninja sawit tadi. "Kalau mencuri tentu tidak memikirkan perbaikan jalan, jadi mereka bisa semaunya. Nah PKS tanpa kebun ini juga hanya menumpang jalan kebun milik masyarakat saja. Tidak ada partisipasinya dalam perbaikan jalan," tuturnya.
Pengamatan Indra, sistem jual beli yang diatur oleh PKS tanpa kebun itu juga mempersulit petani. Dimana petani tidak bisa menjual langsung hasil kebunnya ke PKS. Terpaksa petani menjualnya ke toke-toke atau pengepul.
Baca juga: Kapasitas Verifikator Ditingkatkan untuk Dorong Percepatan Pengusulan Sarpras Sawit
Lanjut indra, pengepul atau toke sawit itu biasanya juga merupakan binaan dari PKS. "Biasanya toke atau pengepul itu adalah orang yang sama asalnya dengan PKS itu berasal. Misalnya berasal dari Medan maka tokenya juga orang Medan," bebernya.
Dengan sistem itu, maka petani hanya memperkaya toke atau pengepul tadi, yang bisa jadi justru tidak memiliki kebun sawit. Bukan lewat koperasi atau kelompok tani. Adapun koperasi hanya namanya saja bentuk wujud koperasi itu tidak ada.
Baca juga: Harga Referensi CPO Juli 2024 Menguat, ini Pemicunya
Bukan hanya itu lanjut Indra, PKS tanpa kebun menurut prediksinya banyak yang merupakan milik perusahaan kelapa sawit besar di Nusantara. Seperti sepengetahuannya ada milik Asian Agri dan Dame Group.
"Bukan di luar orang kelapa sawit yang buat. Kalau prediksi saya seperti itu. Untuk itu dicarikan lah solusi untuk petani ini," tutupnya.
Pabrik Kelapa Sawit Komersil Banyak Efek Negatif Bagi Petani
Diskusi pembaca untuk berita ini