Wigyo mengakui kerja sama ini akan mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Teluk Tapang sekaligus akan membantu mengurangi antrian kapal dan stockpile di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

"Pelabuhan Teluk Tapang kita dorong untuk jadi penopang Pelabuhan Teluk Bayur. Kalau sekarang cargo stay dan port stay tinggi, dengan adanya optimalisasi Teluk Tapang, akan mengurangi antrian dan penumpukan barang sehingga faktor efisiensi dan efektifitas bisa tercapai," paparnya.

Keuntungan lain menurutnya adalah potensi berkurangnya trucking angkutan CPO dari Pasbar ke Teluk Bayur.

"60 persen CPO di Teluk Bayur berasal dari Pasbar. Dengan kata lain, Pelabuhan Teluk Tapang nantinya juga bisa melakukan ekspor langsung hasil perkebunan sawit dengan sistem Ship to ship transfer (STS) dari kapal tongkang ke kapal besar," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan Tatwa. Menurutnya, Pelabuhan Teluk Tapang sangat strategis untuk menghemat dan membantu menunjang transit pengiriman hasil produksi. Karena jika lewat Teluk Bayur yang jaraknya 300 km lebih dari Pasbar, sangat jauh dan membutuhkan waktu lama.

"Untuk saat ini mungkin baru perusahaan kami yang akan merasakan kemudahan pengiriman produk. Tapi ke depannya tidak hanya biji besi yang bisa diekspor lewat Teluk Tapang, tetapi juga produk hasil perkebunan lainnya seperti sawit," sebutnya.