Pasirpengaraian, elaeis.co - Hingga kini belum ada petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang menikmati program Sarana dan Prasarana (Sarpras) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pasalnya hingga kini belum ada usulan petani yang terealisasi. Ini lantaran semua usulan yang diajukan petani masih terkendala pada persyaratan yang belum terpenuhi.

Salah satu kendalanya adalah petani kesulitan untuk menyiapkan peta drone. Ini lantaran kurangnya fasilitas drone yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu, Samsul Kamar mengatakan, pihaknya hanya memiliki satu unit drone yang hanya dilengkapi dengan dua baterai.

Satu unit drone ini diakuinya tidak cukup untuk mengambil peta drone terhadap lahan yang diusulkan untuk mendapatkan program Sarpras. Karena lahan yang akan diambil menggunakan drone cukup luas.

"Kita sudah upayakan menambah satu drone lagi. Itu dianggarkan di APBD tahun depan," kata Samsul saat ditemui elaeis.co di Hotel Sapadia Pasir Pengaraian beberapa hari lalu.

Dikatakan Samsul, saat ini yang betul-betul terhambat akibat syarat tersebut adalah pengajuan program Sarpras dengan paket perbaikan jaman produksi oleh Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir yang terhambat.

Berkas pengajuan yang telah dimasukkan sejak 2021 belum kunjung selesai lantaran syaratnya belum lengkap. Samsul menyebutkan bahwa pengajuan bantuan dari kelompok tani tersebut menjadi perioritas pihaknya saat ini.

"Solusinya saat ini dalam waktu dekat kita akan melakukan pelatihan pengunaan dan menganalisa drone untuk personil di dinas. Sehingga nanti bisa membantu para petani," tutupnya.