Pekanbaru, elaeis.co - Dalam upaya mengakselerasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat petani, Asosiasi Petani Sawit Swadaya Indragiri (APSSI) turut berpartisipasi dalam penyusunan Dasbor ISPO Rakyat.
Kolaborasi ini diinisiasi melalui program Grand Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), yang dimotori oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Universitas Riau.
Pertemuan dan pembahasan program ini diselenggarakan pada Kamis, 7 Mei 2026 di Ruang Rapat Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Kota Pekanbaru.
Penyusunan dasbor ini melibatkan tim peneliti dari kalangan akademisi serta jajaran sektor pemerintah, di antaranya Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu, serta Dinas Perkebunan dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu.
Dari unsur kelembagaan petani, turut hadir perwakilan APSSI Indragiri, KPUB Tunas Merapi Manunggal, KUD Tani Sejahtera, PPSST, dan Forum Petani Swadaya Sawit Semarak Mudo.
Tujuan utama dari penelitian dan inovasi teknologi Dasbor ISPO Rakyat ini adalah untuk memecahkan berbagai permasalahan tata kelola sawit yang kerap menjadi kendala di lapangan.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pengajuan dan pemenuhan standar sertifikasi ISPO di level petani rakyat dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan cepat.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Adjie Pamungkas, ST, M.Dev.Plg, Ph.D mengatakan, ada 18 kelembagaan petani sawit yang berpartisipasi dalam program ini.
"Namun, pada prosesnya baru 5 kelembagaan yang dinilai sudah layak untuk dilakukan tindak lanjut pengajuan sertifikasi, dengan hanya menyisakan beberapa kekurangan minor," ujarnya.
Sementara Direktur APSSI, Yazid Fauzi, menegaskan komitmen organisasinya terhadap penerapan standar keberlanjutan.
Ia menyatakan bahwa partisipasi APSSI merupakan bentuk nyata kepatuhan terhadap standar nasional perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
"Kami berkomitmen penuh mendukung proses penelitian dan pelaksanaan sertifikasi ISPO ini. Saya berharap, dengan adanya riset dan kolaborasi ini, APSSI Indragiri bisa mendapatkan dukungan penuh dari tim peneliti serta pemerintah, khususnya terkait bantuan sarana dan prasarana yang krusial untuk menunjang proses sertifikasi ISPO," tegas Yazid.
Kehadiran Dasbor ISPO Rakyat ini diharapkan menjadi jembatan teknologi yang efektif untuk memastikan kelapa sawit rakyat Indonesia semakin berdaya saing dan diakui secara legalitas kelestariannya.
Percepat Sertifikasi, APSSI Ikut Susun Dasbor ISPO Untuk Petani Sawit Rakyat
Diskusi pembaca untuk berita ini