Samarinda, elaeis.co - Terus menurunnya harga kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), membuat petani plasma di wilayah itu hilang semangat. Periode ini harga kelapa sawit hasil kebun mereka hanya dibeli Rp2.099,15/kg.

Kondisi ini, kata Wakil Ketua DPW APKASINDO, Daru Widiyatmoko, lantaran harga CPO yang juga saban penetapan mengalami penurunan harga. "Petani tentu bertanya kapan harga CPO akan ditetapkan oleh pasar Indonesia.  Padahal kabarnya  per Juli 2023 harga CPO sudah tidak ditetapkan di KPBN tapi lewat Bursa CPO. Ada apa ini?" tanya Daru

Baca Juga : Harga Plasma Anjlok, Petani Swadaya di Kaltim Justru Lebih Menikmati Hasil Kebun

Lanjutnya, petani juga heran Bursa CPO yang digadang-gadang dapat mendongkrak harga CPO dan berimbas pada harga TBS petani justru hilang tidak ada kabar. Padahal sebelumnya kebijakan ini akan diresmikan pada Juli ini.

"Petani ya hanya bisa pasrah saja. Wong itu-itu saja tidak berubah-ubah kebijakannya," paparnya.

Daru merasa petani justru dipermainkan dengan janji-janji pemerintah akan kebijakan-kebijakan yang dapat mengurai masalah perkebunan kelapa sawit.

"Jelas petani merasa dipermainkan. Padahal petani kelapa sawit pejuang devisa negara," tutupnya.