Bengkulu, elaeis.co - Pengamat kebijakan publik Provinsi Bengkulu, Yulfiperius mengatakan sistem bantuan saprodi dan sarpras yang dibikin BPDPKS harus lebih efisien dan cepat.
Sebab menurutnya, integrasi yang belum optimal antara LKPP dan BPDPKS menjadi salah satu hambatan belum maksimalnya program tersebut.
"Proses pengadaan sebaiknya melalui katalog digital (e-catalog) daripada melalui proses lelang yang berkepanjangan," kata Yulfiperius elaeis.co, Senin (4/12).
Sementara, lanjutnya, sarpras merupakan urgensi bagi petani dan tidak bisa menunggu waktu yang lama.
"Nah, gara-gara proses lelang, banyak sarpras yang belum selesai dibikin hingga saat ini. Penggunaan sistem e-catalog dapat menjadi solusi untuk mempercepat proses pengadaan," kata Yulfiperius.
Pentingnya perbaikan sistem ini tidak hanya bersifat lokal, melainkan juga berdampak pada kesejahteraan petani kelapa sawit secara keseluruhan.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera bertindak untuk meningkatkan efisiensi distribusi sarana dan prasarana bagi para petani kelapa sawit di Bengkulu.
"Kami minta pemerintah setempat segera mengambil tindakan untuk meningkatkan efisiensi distribusi sarana dan prasarana bagi para petani kelapa sawit di Indonesia termasuk Bengkulu," pungkasnya.
Rekomtek Sulitkan Petani Dapat Program Sarpras BPDPKS
Diskusi pembaca untuk berita ini