Bengkulu, Elaeis.co - Rumah milik petani sawit di Desa Darat Sawah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu terancam masuk ke dalam sungai. Sebab tanah tebing dekat rumah tersebut terus mengalami longsor.
Pemilik rumah, Abjusi (42) mengaku, sangat berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk memasang dinding penahan tanah pelapis tebing. Sebab tanpa pelapis tebing rumahnya akan masuk ke dalam sungai.
"Kami berharap pada pemerintah dapat membantu kami untuk memasang dinding penahan tanah permanen, karena sebentar lagi rumah kami masuk ke sungai," ungkap Jusi, Selasa 19 Maret 2024.
Baca Juga: Perusahaan Perkebunan Sawit Perbaiki Jembatan di Kabupaten Bengkulu Utara
Menurut Jusi, dahulu ada tanggul penahan air sungai yang melindungi tanah tebing dekat rumahnya. Namun, akibat luapan sungai yang deras, tanggul tersebut hancur tak bersisa, sehingga mengakibatkan longsor.
"Waktu masih ada tanggul penahan air sungai, tanah tebing dekat rumah kami tidak pernah longsor," ujarnya.
Kepala Desa Darat Sawah, Isis Sastra Irawan mengungkapkan, kekhawatiran atas kondisi rumah warganya. Sebab setiap hujan turun, tanah tebing mengalami longsor, mengancam keselamatan dan stabilitas rumah warganya.
"Kami mohon ada bantuan dari pemerintah, supaya tanah tebing yang dari sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter dipasang dinding penahan tanah permanen," pinta Kades.
Baca Juga: Mantap, Empat PKS di Mukomuko Kembali Naikkan Harga TBS Kelapa Sawit, Segini Besarannya!
Selain mengancam keselamatan rumah, kerusakan tanggul sungai juga berdampak pada pertanian. Sawah petani yang sebelumnya di aliri air saat ini mengalami kesulitan pengairan.
"Kerusakan tanggul sungai juga menyebabkan pengairan pertanian menjadi tidak lancar," jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah Kaur segera mengambil langkah untuk membantu. Sehingga permasalahan rumah warganya dan pengairan pertanian bisa kembali normal.
"Kami berharap agar pemerintah dapat mengulurkan tangan membantu kami segera," pungkasnya.
Rumah Petani Sawit di Bengkulu Terancam Masuk Sungai, Kok Bisa
Diskusi pembaca untuk berita ini