Bangko, elaeis.co – Rapat membahas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Merangin terpaksa ditunda. Penyebabnya, tidak satupun pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang beroperasi di daerah berjuluk Bumi Tali Undang Tambang Teliti itu menghadiri undangan rapat tersebut.

Bupati Merangin H Mashuri merasa sangat kecewa dengan sikap para pimpinan PKS. Pada rapat yang berlangsung di ruang rapat kerjanya tersebut, yang hadir hanya staf perusahaan.

"Kalau yang disuruh menghadiri undangan hanya seorang staf, bagaimana bisa mengambil keputusan?" jelasnya melalui keterangan resmi Diskominfo Kabupaten Merangin.

Pemkab Merangin sendiri merasa rapat itu sangat penting. Sampai-sampai Mashuri dan wakilnya, Nilwan Yahya, hadir bersama-sama di rapat tersebut.

‘’Ini jelas akal-akalan pimpinan PKS saja. Mengapa tidak pimpinan PKS sendiri yang hadir, sehingga rapat ini bisa tuntas dengan sebuah keputusan. Kalau seperti ini, rapat jelas jadi tertunda lagi,’’ ucapnya kesal.

Tepisah, Ketua Baznas Kabupaten Merangin Syafrudin Hadi menerangkan, untuk penerimaan zakat, infak dan sedekah selama 2022, yang terkumpul dari berbagai pihak sebanyak sekitar Rp 9 miliar.

‘’Sampai hari ini telah terealisasi penyalurannya sekitar Rp 5 miliar. Untuk penerimaan zakat, infak dan sedekah itu, akan terus kita cari dari sumber-sumber lainnya, sehingga akan banyak pula yang kita salurkan," ujarnya.

Penyaluran dana tersebut dilakukan lewat berbagai program seperti Program Merangin Religius, Merangin Sejahtera, Merangin Sehat dan berbagai program lainnya.