Mamuju, elaeis.co - Sejumlah petani kelapa sawit yang tergabung dalam beberapa asosiasi menemui Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka, Selasa (11/3) malam. Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan berbagai persoalan yang ada di sektor perkebunan kelapa sawit.
"Kami bersama asosiasi lain memaparkan kondisi terkini perkebunan kelapa sawit di daerah ini," kata Budi Yanto, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Sulbar, kepada elaeis.co, Rabu (12/3).
Dalam pertemuan itu juga didiskusikan tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di wilayah tersebut. Juga dibahas tentang regulasi berupa peraturan gubernur (pergub) dari provinsi lain yang telah sukses mengelola industri kelapa sawit.
"Kami ingin memberikan contoh pergub dari provinsi lain agar bisa dijadikan referensi oleh Gubernur Sulbar dalam mengambil kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani sawit di daerah ini," paparnya.
Pemaparan dari para petani tersebut juga mendapatkan tanggapan positif dari Gubernur Sulbar. Tentu petani bersyukur dan berharap ke depan perkebunan kelapa sawit di Sulbar semakin maju.
"Alhamdulillah, masukan kita mendapat perhatian beliau. Informasinya beliau akan berkoordinasi lebih lanjut dengan sekretaris daerah dan akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam industri sawit di Sulbar. Seperti PKS hingga petani untuk mencari solusi terbaik," bebernya.
Budi optimis terhadap perubahan yang akan dibawa oleh gubernur dan kepala daerah kabupaten/kota yang baru dilantik.
"Kami di asosiasi sangat berharap pemerintah proaktif dalam mengawasi dan mengawal perkembangan industri sawit ini. Baik itu dari pihak gubernur maupun para bupati yang baru terpilih," tambahnya.
Pertemuan ini, lanjutnya, menjadi momen penting dalam upaya memperbaiki sektor perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat, yang diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi para petani serta mendukung perekonomian daerah.
Temui Gubernur Sulbar, Petani Paparkan Kondisi Perkebunan Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini