Pontianak, elaeis.co – Pemprov Kalimantan Barat (kalbar) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) mengikuti kegiatan Panen dan Tanam Bersama Padi Lahan Kering Tumpang Sisip berlokasi di lahan milik petani Poktan Usaha Tani, Desa Jelutung, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Ditjenbun Kementan, Heru Tri Widarto MSc, Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD Kolonel Riksawan Ardhianto SIP, Kepala BPTP Pontianak Andi Faisal MP, Kepala Distan KP Sambas Mubarrak MSi, Aster Kasdam XII/TPR Letkol Khusnun, Dandim 1208/Sambas Letkol Priyo Hindrarto SIP, Waka Polres Sambas Kompol Hoeruddin MH, Pasi Ter Kodim 1208/ Sambas Kapten Sulistiono, Pj Camat Pemangkat Hajibi, Danramil 05/ Pemangkat Kapten Sigit, Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deni Napitupulu, Kades se-Kecamatan Pemangkat, Ketua Gapoktan Sukses Bersama Azhari, dan masyarakat Desa Jelutung, perwakilan Bulog, perwakilan PT SHS, Penyuluh dan PPL, serta petani dan Brigade Pangan.

Heru mengaku bersyukur atas terlaksananya panen perdana ini karena menjadi langkah nyata menuju swasembada pangan. “Kegiatan panen ini dirangkai dengan penyaluran benih kepada petani. Kami berharap petani segera menanam benih ini sesuai jadwal tanam yang telah direncanakan,” katanya dalam keterangan tertulis dikutip elaeis.co, Sabtu (15/3).

“Kecamatan Pemangkat merupakan lokasi prioritas penanaman padi lahan kering atau padi gogo. Pendampingan akan terus dilakukan hingga masa panen,” tambahnya.

Dia menekankan bahwa pemerintah tidak akan berhenti memberikan bantuan. “Kami memastikan harga gabah dibeli dengan layak, yakni Rp 6.500/kg,” sebutnya.

Target luas tanam padi lahan kering tahun 2025 di Kabupaten Sambas adalah 3.143,01 ha, sedangkan untuk Kalimantan Barat total seluas 132.569,73 ha. Kecamatan Pemangkat sendiri memiliki potensi lahan kering yang cukup luas. Lahan ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian, termasuk tanaman padi. Dengan adanya program tumpang sisip atau tumpang sari dan dukungan dari pemerintah, diharapkan produksi padi di Kecamatan Pemangkat dapat terus meningkat dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Kepala DTPH Kalbar, Florentinus Anum MSi mengatakan, panen padi ini merupakan hasil dari program tumpang sari atau tumpang sisip yaitu penanaman padi di antara tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan jeruk Sambas. “Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan secara optimal dan meningkatkan pendapatan petani serta mendukung swasembada pangan di Kalbar maupun secara nasional,” jelasnya.

Selain panen padi, juga dilakukan kegiatan tanam bersama padi lahan kering. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Sambas. Pada kesempatan itu diserahkan bantuan Benih Padi Inpago 13 Fortiz 400 kg bagi Penangkar Benih dan Inpari 32 HDB sebanyak 10 ton bagi Petani Poktan Usaha Tani, serta bantuan alsintan berupa traktor roda 4 kepada Brigade Pangan.

Melalui kegiatan panen dan tanam bersama padi lahan kering tumpang sisip ini, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk memanfaatkan lahan secara optimal dan meningkatkan produksi padi.

“Dengan dukungan pemerintah bersama instansi dan stakeholder terkait lainnya agar terus berupaya melakukan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas padi salah satunya melalui optimalisasi lahan kering, dan mendorong Kabupaten Sambas menjadi sentra produksi padi khususnya di Kalimantan Barat,” tukasnya.

Lusiana, salah seorang petani Desa Jelutung menjelaskan, lahan yang digunakan untuk program tumpang sari/sisip adalah tanaman jeruk Sambas dan kelapa sawit.

“Padi gogo bisa dua kali tanam dalam setahun. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membantu mewujudkan swasembada pangan,” ucapnya.