Jakarta, elaeis.co - Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, menggelar  “Workshop Analisis Data Time Series Perkebunan” beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, workshop dimaksudkan untuk meningkatkan kapabilitas SDM dalam memahami lebih lanjut konsep analisis, pengolahan, interpretasi, dan prediksi data time series, khususnya untuk data-data komoditas perkebunan, sehingga tersedia keutuhan data yang menyeluruh dan tepat guna.

Di moment ini, Amzul Rifin, Feryanto, dan Herawati, dari Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi Manajemen IPB, menyampaikan beberapa materi, dan berhasil meraih respon positif dari para peserta workshop, baik materi terkait konsep data time series, stasioneritas data, dan software yang dapat mempermudah dalam proyeksi data berupa Eviews dengan Teknik peramalan ARIMA/SARIMA serta VAR/VECM.

Sedangkan untuk sesi selanjutnya, kegiatan lebih fokus pada simulasi penggunaan aplikasi tersebut oleh masing-masing peserta untuk mengukur keberhasilan tujuan indikator yang ingin dicapai dari workshop ini.

Berdasarkan hasil penilaian workshop, diketahui para peserta sudah mampu memahami konsep dasar data time series dan melakukan simulasi penggunaan aplikasi EViews baik untuk pengolahan dan peramalan data menggunakan Teknik ARIMA/SARIMA maupun VAR/VECM.

Andi Nur mengharapkan dari workshop ini dapat meningkatkan kapabilitas SDM perkebunan, terutama generasi muda dalam membangun ekosistem kolaborasi lintas generasi yang mendukung penuh pencapaian masa depan gemilang pertanian.

"Diharapkan setelah tersosialisasikan dan terimplementasikan konsep Analisis Data Time Series Perkebunan ini, dapat memperkuat penyusunan kebijakan terkait komoditas perkebunan ke depan,"ungkapnya, dilansir elaeis.co dari website resmi Ditjenbun, Jumat (3/11).

Sehingga, rambahnya, diharapkan lebih komprehensif dan tepat guna dalam menjawab tantangan-tantangan berkelanjutan, baik secara domestik dan internasional melalui dasar perumusan kebijakan dengan data yang lebih akurat.