Bengkulu, elaeis.co - Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu terus mendorong pengembangan terminal curah di Pelabuhan Pulau Baai untuk memotong jalur pendistribusian dan penjualan Crude Palm Oil (CPO).
"Kita terus mendorong pengembangan terminal di Pelabuhan Pulau Baai, semoga ini secepatnya terealisasi," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bengkulu, Ir Yenita Saiful, Rabu (13/6).
Pengembangan dilakukan bukan tanpa alasan, pasalnya selama ini minyak sawit mentah di Bengkulu diekspor melalui Pelabuhan Belawan dan Teluk Bayur.
"Iya, tidak ada dari Pelabuhan Pulau Baai. Selama ini CPO dari Bengkulu dikeluarkan dari Belawan dan Teluk Bayur. Maka itu, pengembangan pelabuhan Baai terus didorong," ujarnya.
Diharapkan, dengan pengembangan Pelabuhan Baai ini nantinya berdampak pada harga jual TBS sawit milik petani lokal.
"Tentu harapan kita dengan adanya terminal CPO, harga sawit makin membaik hingga kesejahteraan petani dan pendapatan daerah makin meningkat," ujarnya.
Selain pengembangan terminal, upaya lainnya yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit dengan mendatangkan investor untuk membangun pabrik minyak goreng di daerah itu.
"Jadi, langkah progresif strategi meningkatkan harga TBS sawit dilakukan dengan cara memotong jalur pendistribusian dan penjualan CPO serta banyaknya industri minyak goreng di daerah," pungkasnya.
Bentar Lagi, Pelabuhan Pulau Baai Punya Terminal CPO
Diskusi pembaca untuk berita ini