Sumut, elaeis.co – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) menilai hilirisasi sawit berbasis UMKM menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan peningkatan kapasitas petani menjadi fokus utama agar tidak hanya mengandalkan hasil tandan buah segar (TBS), tetapi juga mampu mengembangkan produk turunan.
“Petani harus punya kemampuan dan kemandirian ekonomi. Hilirisasi menjadi salah satu kuncinya,” ujar Helmi dalam kegiatan pelatihan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara.
Pelatihan tersebut diikuti ratusan petani sawit, koperasi, dan pelaku UMKM. Mereka mendapatkan praktik langsung pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak, pembuatan biochar dari tandan kosong (tankos), serta penerapan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA).
Sekretaris Umum Aspekpir, Syarifuddin Sirait, mengatakan program ini membuka peluang tambahan pendapatan bagi petani. Menurutnya, pemanfaatan limbah sawit dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada harga TBS.
“Petani bisa mengolah limbah menjadi produk bernilai. Ini memperluas sumber pendapatan,” kata Syarifuddin.
BPDP mencatat sepanjang 2025 berhasil menghimpun dana sawit sebesar Rp31,5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program, termasuk pengembangan biodiesel, riset, beasiswa, dan pelatihan petani.
Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatra Utara menilai integrasi sektor perkebunan dan peternakan perlu terus diperkuat. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Marthin Sibagariang, menyebut Indonesia memiliki kontribusi sekitar 41 persen terhadap produksi sawit global.
Menurutnya, posisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, termasuk melalui pengembangan UMKM berbasis sawit.
PTPN IV PalmCo Regional 1 juga menyatakan dukungan terhadap upaya ini melalui penguatan kemitraan dengan petani. Perusahaan mendorong pemanfaatan biomassa sawit seperti daun, lidi, dan tankos agar dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui pendekatan ini, hilirisasi sawit diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
BPDP dan Aspek-PIR Sebut Hilirisasi Sawit Jadi Senjata Baru Ketahanan Pangan dari UMKM
Diskusi pembaca untuk berita ini