"Kemudian faktor yang ikut mempengaruihi kenaikan harga juga karena semakin banyaknya pabrik kelapa sawit sehingga harga menjadi kompetitif,” tambahnya.
Fikri menyakini harga TBS tersebut akan terus menanjak dan tidak lagi turun pada angka yang terendah.
“Karena patokan kita harga CPO pada pelabuhan terakhir. Pelabuhan terakhir kita ada di Dumai Provinsi Riau. Kemudian sebagaimana kita ketahui harga TBS di pabrik untuk petani non mitra pun saat ini semuanya sudah di atas Rp 2.000/kg,” terangnya.
Menjawab pertanyaan terkait masih rendahnya harga TBS di Pulau Belitung menurut Fikri karena jumlah pabrik kelapa sawit di daerah itu tidak terlalu banyak sehingga harga beli tidak kompetitif. Untuk diketahui data yang dirilis Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menerangkan untuk Kabupaten Belitung dan Belitung Timur TBS Kelapa Sawit masih dihargai Rp 1.411 dan Rp 1.475 per kilogram.
“Selain jumlah pabrik yang tidak banyak, kemudian faktor lain yang menjadi penyebab rendahnya harga TBS juga bisa jadi lokasi kebun petani yang jauh atau pengepul menggunakan jasa tengkulak untuk membeli TBS petani sehingga selisih harga menjadi sangat jauh dari harga yang telah dipatok pabrik,” tandasnya.
Harga TBS Babel Naik, di Tingkat Petani Swadaya Tembus Rp 2.000Kg
Diskusi pembaca untuk berita ini