Jakarta, elaeis.co - Mahasiswa Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dalam ajang Pemilihan Duta UKMK Sawit DIY 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik LPP Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). 

Duta UKMK Sawit merupakan mahasiswa yang terpilih untuk mengampanyekan kebaikan kelapa sawit. Prestasi ini diraih oleh Hasgita. 

Mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian ini berhasil menjadi juara Top 7 dalam ajang tersebut. Grand Final Duta UKMK Sawit 2025 diumumkan pada Selasa18 Februari 2025 lalu.

Hasgita merupakan anak petani sawit yang berasal dari Desa Tappilina, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. 

“Bapak saya adalah petani sawit. Sementara mama seorang ibu rumah tangga yang senantiasa mendoakan dan merestui langkah saya supaya tidak salah pilih dalam menempuh pendidikan," kata Hasgita, Selasa (29/4).

Merantau dari Mamuju ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan di INSTIPER, merupakan wujud perjuangan Hasgita untuk meningkatkan derajat keluarga. 

Hasgita memperoleh Beasiswa SDM PKS Tahun 2023 dari BPDP di studi Sarjana Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit (STPK), Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Selama kuliah di INSTIPER, Hasgita aktif di kegiatan organisasi Himpunan Mahsiswa Tenologi Hasil Pertanian (HIMATEHAPE).

Hasgita bersyukur karena selama berkuliah di INSTIPER berkesempatan mengembangkan diri.

"INSTIPER memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berinovasi, berkreasi dan berprestasi. INSTIPER juga mendorong mahasiswa yang kuliah di sini untuk aktif di organisasi dan belajar kerja sama dengan tim sehingga menjadi modal saat bekerja di dunia karier nantinya. Termasuk memberikan dukungan kepada saya untuk mengikuti ajang Duta UKMK Sawit 2025 ini," jelasnya. 

Sebelum sampai ke Top 7, Hasgita berhasil melewati beberapa tahap. Mulai dari seleksi administrasi, tes wawancara hingga Youth Camp di Banten selama satu pekan. 

Pada kegiatan Palm Oil Youth Camp tersebut peserta mengikuti serangkaian kegiatan seperti coaching class, leadership, training, dan sharing session tentang industri kelapa sawit dan berbagai produk turunan kelapa sawit, serta diperkenalkan berbagai UKMK yang mengolah kelapa sawit. Peserta mengikuti kegiatan tersebut di dua tempat yaitu di Banten dan Yogyakarta.

“Karena saya mahasiswa beasiswa sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit, jadi tertarik untuk mengikuti ajang UKMK Sawit 2025. Apalagi, saya memiliki kewajiban untuk mendalami ilmu pengetahuan tentang kelapa sawit," ujarnya.

Menurutnya, Duta UMKM Sawit DIY 2025 menjadi kesempatan emas untuk mengambil bagian dari generasi muda dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan menyuarakan kebaikan-kebaikan sawit. 

Hasgita menyuarakan kebaikan sawit lewat sosial media berupa video yang dipublikasikan dalam bentuk reels di instagram. Kemudian pada instagram, Hasgita juga aktif melakukan Re-Post terkait dengan informasi sawit terkini pada Storygram, serta membuat highlight #sawitbaik pada akun instagram-nya.

“Banyak hal positif yang bisa saya dapatkan dari ajang UKMK Sawit 2025 yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Namun, tiga di antaranya yang menurut saya paling bermanfaat adalah kesempatan upgrade skills dan mengukur kualitas diri, Relasi yang mahal, serta prestasi yang membanggakan bagi orang tua serta keluarga besar,” pungkasnya.