Bengkulu, elaeis.co - Pemprov Bengkulu terus berupaya menggaet investor untuk mengembangkan hilirisasi sawit di daerah itu. Sayangnya, sejauh ini investor lebih berminat ke sektor lain.
Contohnya ketika Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menerima kunjungan investor dari Korea Selatan (korsel), 31 Meli lalu. "Tapi mereka kurang tertarik untuk berinvestasi dalam sektor pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) di Bengkulu. Lebih berminat dalam investasi di lapangan golf dan sektor perikanan seperti tambak udang," ungkap Rohidin, Kamis (1/6).
Dia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk membujuk investor Korsel itu untuk mengembangkan industri pengolahan CPO. "Tapi belum ada tanda-tanda konkret kalau mereka tertarik," tukasnya.
Saat datang ke Bengkulu, katanya, investor Korsel itu melihat potensi besar di sektor pariwisata olahraga dan rekreasi, khususnya lapangan golf yang menawarkan pemandangan alam yang indah.
Mereka juga melirik sektor perikanan karena potensi sumber daya alam laut yang melimpah di Bengkulu.
"Rata-rata konsumsi ikan di Korsel tinggi, makanya mereka tertarik juga berinvestasi di sektor ini," ujarnya.
Meski begitu, Rohidin mengaku tidak akan menyerah, tidak akan berhenti mempromosikan sektor sawit kepada investor Korsel. "Kami terus menjalin komunikasi, saya akan terus mencari peluang kerja sama yang saling menguntungkan di masa depan," ucapnya.
Dia juga berharap ada investor dari negara lain yang tertarik berinvestasi dalam industri pengolahan CPO di Bengkulu. "Kami akan terus promosi, sektor sawit memiliki potensi, namun belum dikelola maksimal. Di Bengkulu produk akhirnya baru berupa CPO, barang mentah, belum barang jadi," tutupnya.
Investor Korsel Enggan Garap Sektor Sawit di Bengkulu, Lebih Tertarik yang ini
Diskusi pembaca untuk berita ini