Sumatera 

Kebun dalam Kawasan Hambat Realisasi PSR di Dumai

  • Reporter Bayu
  • 13 Oktober 2021
Kebun dalam Kawasan Hambat Realisasi PSR di Dumai
Ilustrasi peremajaan kebun sawit (Facebook)

Dumai, Elaeis co - Capaian Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kota Dumai hingga kini masih sangat minim. Dari 1.000 hektar jatah yang diberikan pusat, sampai saat ini baru sekitar 50 hektar kebun sawit yang diremajakan.

“Kalau yang tahun 2020 realisasinya sekitar 60 hektar. Untuk tahun ini sekitar 50 hektar lebih. Jumlah pastinya saya belum dapat, tapi pastinya ada 50 hektar lebih. Itu sedang dalam pengerjaan,” kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Nurzerwan, kepada Elaeis.co, Rabu (13/10/2021).

Dia mengatakan, realisasi PSR di Kota Dumai masih berpotensi terus bertambah. Sebab, saat ini ada beberapa kelompok yang telah mengajukan PSR dan permohonannya sedang ditindaklanjuti. 

“Masih akan ada lagi. Ini kan masih dalam proses administrasi untuk selanjutnya. Ada yang mengajukan 40 hektar. In sya Allah masih akan terus bertambah,” ungkapnya. 

Nurzerwan menyebutkan, rendahnya capaian PSR di Dumai disebabkan oleh banyaknya kebun sawit yang masuk dalam kawasan hutan. Padahal bantuan PSR hanya diberikan untuk kebun sawit di luar kawasan hutan.

“Banyak masyarakat tidak bisa mengajukan peremajaan melalui program PSR karena tersandung legalitas lahan. Di Dumai ini banyak kebun sawit, tapi dalam kawasan. Sedangkan regulasi yang berlaku, PSR tidak boleh dalam kawasan,” jelasnya. 

Dikatakannya, saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai terus berupaya memaksimalkan capaian PSR. 

“Masalahnya hanya itu sebenarnya. Kalau tidak dalam kawasan, sudah banyak yang ikut PSR,” tutupnya.


 

Editor: Rizal