DGL Learning Institute juga akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan peserta melalui sistem pembelajaran yang telah disiapkan.
“Semoga ilmu yang didapat selama pelatihan ini dapat berguna dan diterapkan oleh Bapak dan Ibu sekalian di kebun. Kami juga akan melakukan monitoring terhadap hasil pelatihan yang sudah dilakukan melalui sistem LMS kami setiap tiga bulan,” ujarnya.
Penutupan pelatihan turut diisi dengan simbolis penyerahan sertifikat peserta, pemberian penghargaan kepada lima peserta terbaik per kelas, pembagian hadiah bagi pemenang games dan kegiatan outbound, doorprize, serta foto bersama.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan selama pelatihan.
Peserta juga diharapkan mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kebun masing-masing sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas pengelolaan perkebunan kelapa sawit terutama di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Melalui sinergi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, pemerintah daerah, dan DGL Learning Institute, program pengembangan SDM perkebunan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi para pekebun sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit di daerah.
Untuk diketahui, BPDP adalah Badan Layanan Umum (BLU) bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia.
BPDP dibentuk untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan guna mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing komoditas perkebunan nasional. Program BPDP dapat dilihat secara langsung pada www.bpdp.or.id.
Sementara DGL Learning Institute (PT Daya Guna Lestari) adalah lembaga pelatihan, asesmen, dan sertifikasi yang berfokus pada sektor kelapa sawit, dan telah menjadi mitra pelatihan BPDP selama empat tahun berturut-turut.
Kolaborasi BPDP, Ditjenbun dan DGL Sukses di Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini