Jakarta, elaeis.co - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengajak Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) untuk meningkatkan SDM pekebun. 

Sebanyak 1.010 orang akan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di dua kampus tersebut. 

Penandatanganan dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakakarta (YPKPY) selaku Badan Penyelenggara Pendidikan untuk INSTIPER Yogyakarta, dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), dengan BPDB pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Ballroom BPDP, Jakarta. 

Kerja sama ini juga disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. 

Dalam program Beasiswa SDM Perkebunan BPDP tahun 2026 ini, INSTIPER Yogyakarta dipercaya memberikan beasiswa untuk Strata 1 sebanyak 150 orang bagi mahasiswa Prodi Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian, dan Teknologi Pertanian. 

Sedangkan AKPY dipercaya untuk menyelenggarakan beasiswa bagi 740 mahasiswa program D1 dan 120 orang mahasiswa program D2.

Ketua YPKPY Dr. Purwadi mengaku bersyukur INSTIPER Yogyakarta dan AKPY terus dipercaya menyelenggarakan beasiswa SDM Perkebunan oleh BPDP. 

Ia mengatakan pihaknya akan selalu berkomitmen menjadi kampus perkebunan khususnya kelapa sawit terbaik di Indonesia. 

"Amanah ini akan kami wujudkan dengan memberikan pendidikan terbaik untuk mencetak SDM unggul di bidang perkebunan, sehingga nantinya saat lulus siap memasuki dunia kerja dan siap memajukan perkebunan Indonesia," ujarnya. 

Pada kegiatan pendandatangan perjanjian kerja sama tersebut, INSTIPER Yogyakarta diwakili oleh Fariha Wilisiani, Ph.D, yang merupakan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama didampingi oleh tim pengelola beasiswa. 

Fariha, Ph.D, menjelaskan, dari 42 kampus yang telah ditetapkan sebagai lembaga penyelenggara beasiswa SDM Perkebunan 2026, INSTIPER merupakan salah satu kampus yang melaksanakan penandatanganan kerjasama di awal karena dinilai telah memenuhi dan siap untuk melaksanakan program tersebut.

"Kita dilihat mulai dari kesiapan dan kesesuaian kurikulum penyelenggaraan akademik dengan core competency kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan komitmen INSTIPER yang telah menjalankan minat studi bidang kelapa sawit sejak tahun 2005 melalui Minat Studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS)," katanya.