Keikutsertaan petani perempuan dalam diplomasi internasional ini juga menegaskan peran strategis perempuan di sektor pertanian.
Mereka bukan hanya menjadi pelaku produksi di tingkat lokal, tetapi juga duta yang mampu memperjuangkan hak dan kepentingan petani skala kecil di forum global.
Keberanian sembilan perempuan ini diharapkan membuka jalur komunikasi lebih langsung antara petani smallholders Indonesia dengan pembuat kebijakan EUDR.
Selain bertemu pejabat Uni Eropa, para petani perempuan juga dijadwalkan melakukan sesi pertemuan dengan media internasional dan organisasi non-pemerintah (NGO).
Aktivitas ini bertujuan agar pesan tentang tantangan yang mereka hadapi bisa sampai ke khalayak lebih luas dan mendapat perhatian global.
Roadshow ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan komoditas unggulan Indonesia. Kakao, kopi, karet, dan sawit bukan sekadar produk ekspor, tetapi juga sumber mata pencaharian yang menopang ekonomi masyarakat desa.
Dengan mempertemukan petani dengan importir dan pengusaha Eropa, diharapkan tercipta peluang pasar baru sekaligus edukasi tentang praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Keikutsertaan sembilan petani perempuan ini juga relevan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk menjaga keberlanjutan industri pertanian dan perkebunan.
Petani smallholders selama ini menjadi ujung tombak produksi komoditas strategis nasional, namun sering terpinggirkan oleh regulasi internasional yang ketat. Dengan langsung turun tangan di Eropa, mereka bisa menyuarakan tantangan yang dihadapi, mulai dari sertifikasi, biaya adaptasi, hingga risiko kehilangan pasar.
Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa misi ini bukan sekadar diplomasi simbolis. Ini adalah langkah nyata agar suara petani kecil terdengar di tingkat global dan menjadi bahan pertimbangan bagi revisi atau implementasi kebijakan yang lebih adil.
Harapannya, kebijakan seperti EUDR tidak hanya melindungi hutan Eropa atau dunia, tetapi juga memberi ruang bagi petani smallholders Indonesia untuk tetap berproduksi dan berdaya saing.
Dengan langkah ini, sembilan petani perempuan bukan hanya menjadi simbol ketangguhan perempuan di sektor pertanian, tetapi juga duta yang memperjuangkan kesejahteraan ribuan petani kecil lainnya.
Lawan Regulasi EUDR Langsung Dari Panggung Uni Eropa, 9 Petani Perempuan Indonesia Turun Tangan
Diskusi pembaca untuk berita ini